Mau Renovasi Rumah? Simak 6 Cara Menghemat Anggaran Berikut ini!


Renovasi rumah merupakan hal yang menyenangkan sekaligus menantang, pasalnya jika kita tidak berhati-hati, bisa saja kita ingin merenovasi seluruh bagian rumah, dan jika itu terjadi anggaran renovasi rumah Anda akan membengkak, oleh karena itu pengetahuan tentang cara renovasi rumah murah mutlak diperlukan, supaya apa yang sudah dianggarkan bisa tercapai dengan maksimal.
Jika memiliki budget yang terbatas, Anda bisa mengikuti 6 cara hemat membuat anggaran renovasi rumah ala H City Sawangan berikut ini.

1. Buat Skala Prioritas Supaya Renovasi Tidak Membengkak

Jika Anda mengikuti kata hati atau saran dari tukang, bisa jadi renovasi rumah Anda baru setengah selesai namun biaya yang dimiliki sudah habis. Oleh karena itu membuat skala prioritas merupakan hal yang wajib dilakukan sebelum renovasi rumah. Misalnya jika tujuan awalnya membuat satu kamar tidur untuk anak, maka lakukan sesuai rencana. Godaan biasanya muncul dengan adanya keinginan menambah buffet kecil, meja belajar anak, membuat wallpaper bernuansa anak, dan sebagainya. Jika Anda tidak fokus pada skala prioritas, biaya yang akan dikeluarkan jadi membengkak. Sedangkan budget yang dimiliki terbatas.

2. Gunakan Bahan Bekas yang Masih Bisa Dimanfaatkan tapi Tetap Berkualitas

Selama renovasi rumah, pakailah bahan bangunan lama yang masih bisa dipakai. Jadi Anda tak perlu membeli bahan baru jika masih ada bahan lama yang layak. Ini bisa menjadi bentuk penghematan. Tapi jika tidak ada, pastikan Anda membeli bahan berkualitas tapi harganya bisa dinego. Meskipun biayanya agak mahal tetapi ketahanan rumah akan lebih terjamin hingga 10 atau 20 tahun.

3. Hitung Volume Harga Pengerjaan

Lakukan perhitungan anggaran terperinci dengan cara menghitung volume dan harga-harga dari seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan. Jika Anda disiplin dalam melakukan ini maka nilai bangunan  Anda akan maksimal, biaya hemat hasil terlihat bagus.
Sekedar mengingatkan kembali, cara penghitungan biaya renovasi adalah dengan menyusun semua komponen pekerjaan mulai dari tahapan awal pembangunan sampai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan. Komponen pekerjaan secara rinci misalnya pembersihan lahan, cut and fill, pagar pengaman, mobilisasi, dan demobilisasi, kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan sipil seperti pembangunan pondasi, sloof, kolom, dinding dan rangka penutup atap mempunyai komponen standar perhitungan biaya.

4. Ajak Toko Material Sebagai Rekanan

Banyak toko bangunan yang memberikan kemudahan bagi calon pembeli yang akan melakukan renovasi dengan cara mengangsur untuk pembelian material bangunan di toko mereka. Kedua belah saling diuntungkan, di mana pembeli bisa mengalokasikan dana renovasi secara bertahap sedangkan pemilik toko juga terbantu dengan pembelian stock secara rutin untuk memenuhi target penjualan stock dari supplier mereka. Untuk bisa jalan dengan sistem pembayaran tempo ini, Anda harus kenal baik dengan toko material tersebut.

5. Pekerjakan Jasa Tukang yang Profesional dan Solid

Daripada merugi, lebih baik pekerjakan orang yang sudah ahli di bidangnya dan siap bertanggung jawab terhadap segala detail proyek pembangunan. Pekerja ini sudah termasuk dalam tim pengecatan, pemagaran, lanskap, perakitan dapur, pekerjaan ubin, dan sebagainya.

6. Hemat dengan Ide Kreatif dan Furnitur DIY


Buat kreatifitas Anda jadi nyata melalui furnitur DIY yang akan menghiasi rumah. Furnitur do it yourself akan sangat menghemat pengeluaran dan rumah minimalis bisa semakin indah dan cantik meskipun menggunakan bahan-bahan hemat.

Comments

Popular posts from this blog

Gaji 3 juta ingin punya rumah? Begini Cara Menyiasatinya!

Beli Rumah dengan Gaji Kecil Setelah Menikah? Ini Caranya!

Ini Dia Mitos dan Fakta Investasi Apartemen yang Jarang Orang Tau